Festival Bunga dan Buah Karo 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya, tetapi juga menjadi ajang promosi bagi sektor pertanian, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ribuan warga serta wisatawan memadati kawasan Berastagi untuk menyaksikan parade kendaraan hias yang menampilkan kekayaan hasil bumi daerah tersebut.

Puluhan kendaraan dihiasi aneka bunga dan buah khas dataran tinggi Karo, seperti krisan, kubis, wortel, hingga jeruk. Berbagai rangkaian tersebut dipadukan dengan ornamen khas budaya Karo, termasuk replika kerbau dan taman bunga yang menarik perhatian pengunjung di sepanjang rute festival.

Para peserta mengenakan pakaian adat Karo bersama busana tradisional dari berbagai daerah lain. Sepanjang perjalanan parade, masyarakat dan wisatawan memberikan sambutan meriah sambil mengabadikan momen menggunakan kamera maupun telepon seluler.

Selain menjadi atraksi budaya, festival ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi pertanian Karo yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi hortikultura di Indonesia. Berbagai hasil panen dipamerkan dalam stan pameran sebagai upaya memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis pertanian.

Petani bunga asal Karo, Karya Jaya Ginting, mengaku permintaan bunga meningkat signifikan selama penyelenggaraan festival. Menurutnya, pesanan bertambah sekitar 40 persen dibandingkan hari biasa atau meningkat sekitar 2.000 tangkai, dengan bunga krisan berwarna kuning dan putih menjadi produk yang paling banyak diminati.

Ia menilai festival tersebut memberikan kesempatan bagi petani lokal untuk memperkenalkan kualitas bunga produksi Karo kepada pengunjung dari berbagai daerah. Harapannya, peningkatan promosi tersebut dapat mendorong pertumbuhan usaha sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Festival Bunga dan Buah Karo tahun ini juga menghadirkan 82 stan pameran yang menampilkan beragam produk unggulan daerah. Mulai dari kerajinan tangan, fesyen, produk kreatif, hingga berbagai olahan pangan lokal hasil karya pelaku UMKM.

Salah satu pelaku usaha, Junianti Surbakti, memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk makanan berbahan buah-buahan lokal seperti stroberi, blackberry, dan raspberry yang dipadukan dengan lapisan cokelat. Ia berharap festival mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus menarik lebih banyak wisatawan untuk mengenal produk khas Karo.

Melalui penyelenggaraan Festival Bunga dan Buah, Pemerintah Kabupaten Karo berupaya memperkuat sinergi antara sektor pertanian, ekonomi kreatif, dan pariwisata. Ajang tahunan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat citra Karo sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam, budaya, dan hasil bumi.

Website |  + posts
Wali Kota Ceuta Desak Spanyol Perkuat Pengamanan Perbatasan dengan Maroko - BeritaEropa.com. Previous post Wali Kota Ceuta Desak Spanyol Perkuat Pengamanan Perbatasan dengan Maroko
LeoDaniel Juarai Ganda Putra Taipei Open 2026 - BeritaEropa.com Next post Leo/Daniel Juarai Ganda Putra Taipei Open 2026