Ilustrasi. Foto: Ukraina Gempur Armada Rusia, Jalur Vital Laut Azov Lumpuh dan Perdagangan Gandum Terancam

Rusia menghentikan sementara aktivitas pelayaran melalui Kanal Don-Azov setelah Ukraina meningkatkan serangan terhadap armada kapal di Laut Azov. Gangguan pada jalur strategis tersebut berpotensi memukul rantai logistik Rusia sekaligus memengaruhi perdagangan gandum global.

Penghentian pelayaran dilakukan setelah serangkaian serangan Ukraina menghantam 13 kapal Rusia di kawasan Laut Azov, termasuk 10 kapal tanker. Penjaga perbatasan Rusia juga menghentikan penerimaan permintaan pelayaran melalui Selat Kerch, tanpa memberikan kepastian mengenai kapan lalu lintas kapal akan kembali normal.

Kanal Don-Azov merupakan jalur navigasi penting yang menghubungkan Sungai Don dengan Laut Azov. Kawasan tersebut berperan besar dalam kegiatan ekspor Rusia karena terhubung dengan wilayah Rostov dan Krasnodar, dua sentra utama produksi gandum negara itu.

Gangguan pelayaran menjadi perhatian pasar global karena sekitar seperempat ekspor gandum Rusia berkaitan dengan kawasan tersebut. Rusia merupakan salah satu eksportir gandum terbesar dunia sehingga hambatan berkepanjangan pada jalur logistiknya berpotensi mengganggu pasokan internasional. Harga gandum di Eropa bahkan sempat melonjak sekitar 4 persen ke level tertinggi dalam enam pekan setelah kabar penghentian pelayaran.

Serangan terhadap kapal menjadi bagian dari strategi Ukraina untuk meningkatkan tekanan terhadap kemampuan ekonomi dan militer Rusia. Kyiv dalam beberapa hari terakhir juga menggempur kilang minyak, terminal, depot bahan bakar, serta fasilitas logistik yang dinilai menopang operasi perang Moskow.

Sebelumnya, Ukraina mengklaim telah menyerang sejumlah kapal tanker yang digunakan untuk memasok bahan bakar ke Crimea. Operasi tersebut diarahkan untuk mengganggu jalur distribusi energi dan logistik Rusia di wilayah selatan.

Tekanan terhadap sektor energi Rusia juga semakin besar. Serangan drone Ukraina telah menyebabkan gangguan operasi di sejumlah kilang minyak dan memicu kelangkaan bahan bakar. Produksi bensin Rusia dilaporkan hanya mampu memenuhi sekitar 65 persen kebutuhan musiman, mendorong Moskow membatasi ekspor bahan bakar untuk menjaga pasokan domestik.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga membentuk komando khusus serangan jarak jauh untuk memusatkan sumber daya dalam menggempur target strategis di wilayah Rusia. Infrastruktur energi dan logistik menjadi sasaran utama karena dinilai memiliki peran penting dalam membiayai dan menopang operasi militer Moskow.

Lumpuhnya jalur Don-Azov menunjukkan bahwa dampak perang semakin meluas dari medan tempur menuju perdagangan komoditas global. Jika penghentian pelayaran berlangsung lama, tekanan tidak hanya akan dirasakan sektor energi Rusia, tetapi juga pasar gandum dan rantai pasok pangan internasional.

Website |  + posts
Absen dari KTT NATO, Presiden Georgia Pilih Melawat ke Iran Previous post Absen dari KTT NATO, Presiden Georgia Pilih Melawat ke Iran
IRGC Luncurkan Rudal dan Drone ke Fasilitas Militer AS di Bahrain Next post IRGC Luncurkan Rudal dan Drone ke Fasilitas Militer AS di Bahrain