Kelompok Houthi memperluas kendalinya di Yaman dengan menguasai seluruh kawasan pesisir barat, termasuk Pulau Mayun di Selat Bab al-Mandab. Perkembangan tersebut terjadi setelah pasukan pemerintah Yaman menarik diri dan kelompok Houthi bergerak menuju wilayah selatan, termasuk Provinsi Lahj.
Seorang pejabat pemerintah mengatakan pasukan angkatan laut Houthi tiba di Pulau Mayun pada Jumat pagi menggunakan sejumlah perahu. Mereka mendarat dan mengambil alih pulau tersebut tanpa menghadapi perlawanan militer berarti.
Pulau Mayun atau Perim berada di tengah Selat Bab al-Mandab dan membagi jalur pelayaran sempit itu menjadi dua bagian. Penguasaan pulau tersebut membuat Houthi kini memiliki kendali atas kawasan strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia.
Langkah itu terjadi sehari setelah Houthi merebut Mocha, kota pelabuhan penting di pesisir barat daya Yaman. Setelah memperkuat posisi di Bab al-Mandab serta sejumlah wilayah pesisir dan pulau di sekitarnya, pasukan Houthi dilaporkan bergerak semakin dekat ke selatan.
Pasukan pemerintah mundur menuju Khor Omeira di Provinsi Lahj, sekitar 90 kilometer sebelah barat Aden. Seorang pejabat militer menyebut pasukan tersebut tengah melakukan konsolidasi ulang, sementara arah operasi berikutnya belum diketahui.
Situasi di wilayah tersebut dilaporkan semakin tidak menentu. Warga Khor Omeira menyebut sebagian tentara yang mundur menjual senjata dengan harga murah dan ada yang melepas seragam sebelum bergerak menuju Aden. Aparat keamanan kemudian memperkuat akses masuk dari sisi barat kota tersebut.
Juru bicara Houthi Yahya Sarea mengatakan operasi yang dimulai 3 September telah merebut sekitar 5.400 kilometer persegi wilayah Yaman barat. Ia juga mengklaim terjadi 32 pertempuran dengan pesawat tempur Arab Saudi dan sembilan pesawat ditembak jatuh. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Sarea menyatakan lalu lintas maritim internasional di Bab al-Mandab tetap aman, tetapi kapal Arab Saudi masih menghadapi pembatasan dari Houthi. Kelompok tersebut sebelumnya melarang pelayaran Arab Saudi sejak 20 Juli dan mengklaim melakukan serangan terhadap tanker serta fasilitas minyak Saudi.
Penguasaan Bab al-Mandab menjadi perkembangan penting karena jalur tersebut merupakan rute utama perdagangan dan pengiriman energi internasional. Konflik Yaman sendiri telah berlangsung sejak Houthi menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah utara pada akhir 2014. Eskalasi terbaru menjadi salah satu perkembangan paling tajam sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022.
Pengamat media dan penulis yang tertarik pada isu sosial, budaya, dan hubungan internasional.
