Lebih dari 100.000 orang di Yaman terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka sejak eskalasi konflik pada Juli. Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menyebut meningkatnya pertempuran di sepanjang pesisir barat negara tersebut memicu perpindahan penduduk dalam jumlah besar.
Dalam pernyataan pada Selasa, UNHCR memperingatkan bahwa situasi keamanan yang memburuk dengan cepat telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang mengungsi di dalam wilayah Yaman. Ribuan orang lainnya bahkan dilaporkan berusaha mencari keselamatan dengan meninggalkan negara tersebut melalui Selat Bab el-Mandeb.
“Pertempuran yang meningkat dengan cepat di sepanjang pantai barat Yaman telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang mengungsi di dalam negeri dan memaksa ribuan orang lainnya mencari tempat aman dengan menyeberangi Selat Bab el-Mandeb,” kata UNHCR.
Perpindahan penduduk juga terlihat dalam beberapa hari terakhir. UNHCR mencatat lebih dari 2.400 orang telah menyeberang ke Djibouti dalam empat hari terakhir. Jumlah tersebut menunjukkan adanya peningkatan arus orang yang meninggalkan wilayah terdampak konflik untuk mencari tempat yang lebih aman.
Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap masyarakat yang masih berada di Yaman. Mereka yang mengungsi membutuhkan bantuan dasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah meninggalkan rumah dan kehilangan akses terhadap sejumlah fasilitas.
UNHCR menyebut kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi tempat tinggal, makanan, air bersih, layanan medis, serta perlindungan. Bantuan tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi sekaligus masyarakat yang menjadi tuan rumah.
Kapasitas komunitas penerima dan lokasi-lokasi pengungsian juga dilaporkan semakin terbatas. Kondisi ini membuat penanganan kebutuhan kemanusiaan menjadi semakin kompleks di tengah berlanjutnya konflik dan perpindahan penduduk.
Situasi di pesisir barat Yaman menjadi perhatian lembaga kemanusiaan karena eskalasi kekerasan tidak hanya berdampak terhadap keselamatan warga, tetapi juga meningkatkan kebutuhan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
UNHCR terus memperingatkan mengenai dampak kemanusiaan dari meningkatnya pertempuran, sementara kebutuhan dasar bagi para pengungsi dan komunitas yang menampung mereka terus meningkat.
