PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik dari 159 pelanggan pusat data atau data center mencapai 2.378 gigawatt hour (GWh). Tingginya kebutuhan energi tersebut mencerminkan semakin besarnya peran infrastruktur kelistrikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan perkembangan data center membutuhkan sistem kelistrikan yang tidak hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga mampu menjaga keandalan dan kualitas pasokan. Kebutuhan terhadap energi bersih juga menjadi bagian yang semakin penting seiring perkembangan sektor digital.

Saat ini, PLN melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas listrik tersambung mencapai 2.038 megavolt ampere (MVA). Sekitar 99 persen kapasitas tersebut masih berada dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.

Jawa Barat menjadi salah satu kawasan dengan konsentrasi data center yang cukup besar. Namun, pembangunan pusat data mulai berkembang ke wilayah lain, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN Dini Sulistyawati mengatakan perluasan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan listrik sektor teknologi di berbagai daerah. Karena itu, pengembangan jaringan dan pembangkit perlu disesuaikan dengan karakteristik serta proyeksi kebutuhan masing-masing wilayah.

Menurut Dini, pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), cloud computing, dan berbagai layanan digital masih akan menciptakan permintaan listrik baru dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat PLN perlu mengantisipasi kebutuhan energi sejak tahap awal pembangunan pusat data.

PLN juga mendorong pendekatan early alignment, yakni koordinasi antara PLN, pengembang data center, dan pemerintah sejak awal proses pengembangan. Langkah tersebut mencakup penyusunan proyeksi permintaan, penentuan jadwal energisasi, serta penyesuaian kapasitas pasokan.

Darmawan menegaskan PLN akan terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan agar pertumbuhan pusat data dapat berjalan seiring dengan transformasi digital Indonesia. Perencanaan lebih awal dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara penambahan kapasitas, keandalan sistem, harga listrik, dan keberlanjutan investasi.

Website |  + posts

Pengamat media dan penulis yang tertarik pada isu sosial, budaya, dan hubungan internasional.

Bulgaria Dorong Zona Navigasi Aman di Laut Hitam - BeritaEropa.com Previous post Bulgaria Dorong Zona Navigasi Aman di Laut Hitam