Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu. Rupiah naik 55 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.577 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.632 per dolar AS.
Penguatan tersebut terjadi di tengah membaiknya sentimen domestik yang dinilai memberikan dukungan terhadap pergerakan mata uang Indonesia. Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan faktor dalam negeri menjadi salah satu pendorong utama penguatan rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
“Rupiah dibuka menguat cukup tajam terhadap dolar AS. Penguatan ini lebih disebabkan oleh sentimen domestik yang masih kuat, terutama sejak pelantikan Destry rupiah terus menguat,” ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Menurut Lukman, sentimen positif tersebut terutama terlihat sejak Destry Damayanti dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar dan memberikan sentimen positif terhadap rupiah.
Selain faktor domestik, tekanan terhadap indeks dolar AS juga memberikan ruang bagi mata uang regional untuk bergerak lebih kuat. Pelemahan indeks dolar menjadi salah satu faktor eksternal yang membantu mendukung apresiasi rupiah pada perdagangan pagi.
Tekanan terhadap dolar AS antara lain dipengaruhi oleh penguatan yen Jepang. Mata uang Negeri Sakura tersebut menguat hingga sekitar 153,5 yen per dolar AS, yang menjadi posisi terkuat dalam tujuh bulan terakhir.
Penguatan yen turut memengaruhi pergerakan dolar AS secara keseluruhan. Kondisi tersebut kemudian memberikan peluang bagi mata uang negara-negara lain di kawasan, termasuk rupiah, untuk mencatat penguatan terhadap dolar AS.
Pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu menjadi perhatian pasar di tengah dinamika mata uang global. Pelaku pasar mencermati perkembangan sentimen domestik sekaligus arah pergerakan indeks dolar AS untuk menentukan posisi investasi mereka.
Dari sisi domestik, penguatan rupiah menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan moneter Indonesia masih relatif positif. Sementara dari sisi eksternal, pelemahan dolar dan penguatan yen menjadi faktor yang turut memberikan dukungan terhadap rupiah.
Dengan demikian, pergerakan rupiah pada awal perdagangan Rabu dipengaruhi kombinasi faktor dalam negeri dan perkembangan pasar valuta asing global. Penguatan 55 poin tersebut membawa rupiah ke level Rp17.577 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.632 per dolar AS.
Penulis media online dengan minat pada politik global, ekonomi, dan tren digital modern.
