Presiden Prabowo Subianto menyiapkan program pengembangan sekitar 40.000 desa budidaya ikan di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pedesaan. Program tersebut akan memanfaatkan teknologi perikanan modern yang diadopsi dari Norwegia, negara yang dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia di sektor akuakultur.
Pemerintah menilai sektor budidaya perikanan memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi protein nasional, memperluas lapangan kerja, serta mendongkrak ekspor hasil perikanan. Karena itu, pengembangan desa budidaya menjadi salah satu proyek prioritas yang akan dijalankan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam skema yang disiapkan, teknologi budidaya dari Norwegia akan diterapkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil panen. Sistem modern tersebut diharapkan mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dengan efisiensi penggunaan pakan, air, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Program ini juga dirancang untuk mendorong transformasi ekonomi desa. Selain menjadi sentra produksi ikan konsumsi, kawasan budidaya akan dikembangkan bersama fasilitas pendukung seperti penyimpanan dingin, pengolahan hasil perikanan, hingga jaringan distribusi agar nilai tambah tidak hanya dinikmati di tingkat hilir.
Pemerintah menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama industri akuakultur dunia. Dengan garis pantai yang panjang, sumber daya air yang melimpah, serta tingginya permintaan domestik dan global terhadap produk perikanan, sektor ini dinilai mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru.
Selain meningkatkan produksi, proyek tersebut juga ditargetkan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Pengembangan budidaya modern membutuhkan tenaga kerja mulai dari pembenihan, pembesaran ikan, pengolahan hasil panen, hingga logistik dan pemasaran.
Pemerintah berharap penerapan teknologi internasional dapat mempercepat peningkatan produktivitas dibanding metode budidaya konvensional. Penggunaan sistem pemantauan kualitas air, manajemen pakan yang lebih presisi, dan pengendalian penyakit menjadi beberapa aspek yang akan diperkuat melalui kerja sama tersebut.
Melalui program 40.000 desa budidaya ikan, pemerintah menargetkan peningkatan produksi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen perikanan terbesar di dunia. Kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa serta memperbesar kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian nasional.
