Wali Kota Juan Jesús Vivas mendesak Pemerintah Spanyol untuk memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan Ceuta menyusul lonjakan kedatangan migran dari Maroko dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah juga meminta pengerahan personel militer guna menjaga keamanan serta keutuhan wilayah perbatasan.
Menurut Vivas, peningkatan jumlah migran yang memasuki Ceuta melalui jalur laut maupun darat memerlukan respons cepat dari pemerintah pusat. Ia menilai penambahan personel pasukan keamanan dan dukungan militer diperlukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus memperkuat pengawasan di kawasan perbatasan.
Selain meminta penambahan aparat keamanan, Pemerintah Kota Ceuta juga mengusulkan agar perbatasan dengan Maroko ditutup sementara dan wilayah tersebut ditetapkan dalam status keadaan darurat nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengendalikan situasi yang berkembang akibat meningkatnya arus migrasi ilegal.
Di sisi lain, organisasi serikat pekerja kepolisian Spanyol Justicia Policial (Jupol) menilai gelombang migrasi yang terjadi tidak sekadar persoalan kemanusiaan. Dalam pernyataannya, Jupol menuduh Maroko memanfaatkan arus migrasi sebagai bagian dari strategi tekanan politik terhadap Ceuta melalui pendekatan yang mereka sebut sebagai “perang hibrida”.
Sementara itu, pemerintah Spanyol dan Maroko dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk mempercepat pemulangan para migran yang memasuki wilayah Ceuta secara ilegal. Berdasarkan laporan kantor berita EFE, kedua negara akan bekerja sama dalam proses pemindahan migran kembali ke wilayah Maroko sesegera mungkin.
Dalam kurun waktu sekitar 10 hari terakhir, jumlah migran yang berhasil mencapai Ceuta diperkirakan mencapai antara 1.500 hingga 2.000 orang. Sebagian besar dari mereka memasuki wilayah tersebut dengan berenang melintasi perairan atau berjalan kaki melalui area perbatasan.
Ceuta merupakan salah satu kota otonom Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko. Wilayah ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik utama masuknya migran dari Afrika menuju Eropa, sehingga kerap menjadi fokus kerja sama maupun ketegangan antara pemerintah Spanyol dan Maroko dalam pengelolaan migrasi lintas batas.
Editor berita yang aktif meliput perkembangan bisnis, teknologi, dan kebijakan internasional.
