Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas temuan ratusan senjata dan narkotika di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyimpanan senjata api di lingkungan pendidikan.
Pramono menyebut penemuan sekitar 995 pucuk senjata beserta barang bukti lain di area sekolah merupakan peristiwa yang mengejutkan dan tidak sejalan dengan fungsi institusi pendidikan sebagai tempat belajar yang aman bagi peserta didik.
Menurutnya, sekolah tidak boleh dijadikan lokasi penyimpanan senjata dalam bentuk apa pun. Karena itu, Pemprov DKI mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang dilakukan oleh Polda Metro Jaya agar kasus tersebut dapat diusut secara menyeluruh.
Ia menegaskan pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat kepolisian. Langkah penegakan hukum dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Di sisi lain, kuasa hukum mantan Ketua Yayasan sekolah swasta berinisial IWD, Alhadid Endar Putra, menyampaikan bahwa senjata yang ditemukan tersebut merupakan perlengkapan yang memiliki status legal. Menurutnya, seluruh senjata disiapkan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler menembak dan memanah yang diselenggarakan pihak sekolah.
Ia menjelaskan bahwa peralatan tersebut telah disimpan di lingkungan sekolah sejak 2021 dan keberadaannya diketahui oleh pengurus yayasan. Senjata-senjata itu disebut direncanakan untuk mendukung persiapan atlet dalam mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) serta ajang South East Asia Shooting Association (SEASA).
Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan penyelidikan guna memastikan legalitas kepemilikan, prosedur penyimpanan, serta dugaan keterkaitan dengan temuan narkotika dalam perkara tersebut. Proses penyidikan juga diarahkan untuk mengungkap apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan yang mengatur kepemilikan dan penyimpanan senjata di lingkungan pendidikan.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan institusi pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa. Pemerintah daerah berharap penyelidikan berlangsung transparan sehingga seluruh fakta dapat terungkap dan menjadi dasar penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.
