PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional 2026 untuk memperkuat literasi energi di kalangan pelajar sekolah dasar melalui program edukasi interaktif. Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya perusahaan menanamkan pemahaman mengenai penggunaan energi yang aman, hemat, dan bertanggung jawab sejak usia dini.
Program bertajuk Srikandi Mengajar dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatul Anam, Kuningan, Jakarta, pada Jumat (24/7/2026). Puluhan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang dikemas secara menarik agar mudah dipahami anak-anak.
Ketua Srikandi PLN EPI sekaligus Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya energi bagi kehidupan masyarakat.
Menurut Erma, edukasi mengenai energi perlu diperkenalkan sejak dini agar anak-anak memahami bahwa listrik bukan hanya kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sumber daya yang harus digunakan secara bijaksana demi keberlanjutan di masa depan.
Pembelajaran Dikemas Secara Interaktif
Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh materi melalui berbagai metode pembelajaran, mulai dari presentasi interaktif, pemutaran video edukasi, permainan, kuis, hingga simulasi sederhana mengenai proses penyediaan listrik dan penerapan keselamatan ketenagalistrikan.
Materi yang diberikan juga menekankan pentingnya kebiasaan menghemat energi di rumah maupun di sekolah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat siswa lebih mudah memahami konsep energi sekaligus menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.
Program ini merupakan implementasi Srikandi Movement, khususnya melalui inisiatif Srikandi Goes to School yang berfokus pada pengembangan generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap pemanfaatan energi dan lingkungan.
Mendorong Anak Berani Bermimpi
Erma menilai Hari Anak Nasional menjadi kesempatan yang tepat untuk berbagi pengetahuan sekaligus memotivasi anak-anak agar terus belajar dan berani mengejar cita-cita.
Ia menegaskan bahwa keberadaan para perempuan profesional dari PLN EPI di tengah para siswa juga bertujuan menghadirkan sosok inspiratif yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkarier di bidang sains, teknologi, maupun energi.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi besar untuk berkembang apabila memperoleh kesempatan belajar yang memadai. Karena itu, kegiatan edukasi semacam ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan semangat belajar, sekaligus membangun kepercayaan diri generasi muda.
Selain mengenalkan pentingnya energi, PLN EPI juga ingin membentuk karakter anak yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan serta memahami pentingnya keselamatan dalam menggunakan listrik.
Sekolah Apresiasi Program PLN EPI
Kepala MI Hidayatul Anam, Atikah, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, metode pembelajaran yang digunakan membuat siswa lebih mudah memahami materi dibandingkan pembelajaran konvensional.
Ia mengatakan para siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari permainan edukatif hingga simulasi penggunaan listrik yang aman. Kegiatan tersebut dinilai memberikan pengalaman belajar baru sekaligus menambah wawasan mengenai manfaat listrik dan pentingnya menghemat energi.
Melalui program edukasi ini, PLN EPI berharap semakin banyak anak Indonesia yang memahami peran energi dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membentuk budaya hemat energi, meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan ketenagalistrikan, serta melahirkan generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan sumber daya energi di masa mendatang.
