Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan sebanyak 12 penumpang dan awak Speedboat SB. Mister Un yang tenggelam di perairan Teluk Tomini, Gorontalo, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Saat ini, operasi pencarian masih difokuskan untuk menemukan nakhoda kapal, Ferdiansyah, yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, mengatakan berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (25/7/2026) pukul 15.00 WITA, seluruh korban selamat telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 11 warga negara asing (WNA) yang menjadi penumpang bersama satu awak kapal terlebih dahulu dibawa ke Resort Sanctum di Una-Una untuk penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD Ampana guna menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Pencarian Difokuskan pada Nakhoda
Berdasarkan manifes pelayaran, Speedboat SB. Mister Un berbobot 2 Gross Tonnage (GT) mengangkut 13 orang, terdiri atas 11 penumpang WNA dan dua awak kapal. Dengan ditemukannya 12 orang dalam keadaan selamat, tim SAR kini memusatkan pencarian terhadap nakhoda Ferdiansyah, yang diduga masih berada di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di kawasan sekitar titik ditemukannya para korban selamat dengan melibatkan berbagai unsur pencarian dan penyelamatan.
Posko Penanganan Didirikan
Untuk memperkuat koordinasi di lapangan, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ampana telah mendirikan posko penanganan yang berfungsi mengoordinasikan seluruh kegiatan pencarian dan penyelamatan. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta instansi terkait lainnya selama operasi berlangsung.
Kapal Diduga Tenggelam Akibat Gangguan Mesin dan Cuaca Buruk
Kementerian Perhubungan menjelaskan bahwa speedboat yang dioperasikan PT Farmaz Jaya Abadi berangkat dari Pelabuhan Una-Una menuju Pelabuhan Marisa, Gorontalo, pada Jumat (24/7/2026) pukul 07.30 WITA. Berdasarkan informasi awal, kapal mengalami gangguan mesin di tengah pelayaran. Situasi tersebut kemudian diperburuk oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Teluk Tomini hingga akhirnya kapal tenggelam. Operasi pencarian sempat dihentikan pada Jumat malam karena kondisi laut dinilai membahayakan keselamatan personel SAR. Setelah cuaca membaik, pencarian kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi.
Kemenhub Imbau Operator Utamakan Keselamatan
Muhammad Masyhud menegaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan Basarnas Gorontalo, TNI AL, Polairud, SROP Ampana, serta seluruh instansi terkait agar proses pencarian dapat berjalan secara maksimal hingga seluruh korban ditemukan.
Selain menyampaikan keprihatinan kepada para korban dan keluarga, Kementerian Perhubungan juga mengingatkan seluruh operator kapal untuk selalu memastikan kondisi teknis armada, kelengkapan peralatan keselamatan, serta memantau informasi cuaca sebelum melakukan pelayaran.
Langkah tersebut dinilai penting guna mengurangi risiko kecelakaan laut, terutama di wilayah perairan yang rawan mengalami perubahan cuaca ekstrem seperti Teluk Tomini. Pemerintah memastikan akan terus mengawal operasi pencarian hingga proses evakuasi dinyatakan selesai.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.
