Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan tambahan investasi sebesar Rp1,96 triliun kepada tiga lembaga keuangan internasional pada 2026. Dana tersebut disalurkan kepada Islamic Development Bank (IsDB), International Fund for Agricultural Development (IFAD), dan International Development Association (IDA) sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung pembiayaan pembangunan global sekaligus memperkuat posisi di berbagai lembaga multilateral.
Penambahan investasi tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 42 Tahun 2026 tentang Penambahan Investasi Pemerintah Republik Indonesia pada Lembaga Keuangan Internasional. Porsi terbesar dialokasikan kepada IsDB senilai sekitar Rp1,69 triliun, sedangkan sisanya diberikan kepada IFAD dan IDA sesuai komitmen penyertaan modal Indonesia pada masing-masing institusi.
Kementerian Keuangan menjelaskan penyertaan modal tersebut merupakan investasi pemerintah, bukan bantuan atau hibah. Melalui kontribusi tersebut, Indonesia mempertahankan hak kepemilikan, hak suara, serta peran strategis dalam pengambilan kebijakan di lembaga-lembaga keuangan internasional yang menjadi mitra pembangunan berbagai negara berkembang.
IsDB selama ini menjadi salah satu mitra penting Indonesia dalam pembiayaan proyek infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi syariah. Sementara itu, IFAD berfokus pada pengembangan sektor pertanian, pemberdayaan masyarakat pedesaan, dan ketahanan pangan. Adapun IDA merupakan bagian dari Kelompok Bank Dunia yang menyediakan pembiayaan berbunga rendah maupun hibah bagi negara-negara berpenghasilan rendah.
Pemerintah menilai partisipasi aktif di berbagai lembaga tersebut memberikan manfaat strategis bagi Indonesia. Selain memperkuat posisi diplomasi ekonomi, keikutsertaan dalam lembaga multilateral juga membuka peluang kerja sama pembangunan, transfer pengetahuan, serta akses terhadap berbagai program pembiayaan internasional yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan nasional.
Di tengah tantangan ekonomi global, pemerintah tetap mempertahankan komitmen terhadap kerja sama multilateral sebagai bagian dari strategi memperkuat stabilitas ekonomi dan mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan. Penyertaan modal tersebut juga mencerminkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang aktif berkontribusi dalam berbagai forum ekonomi internasional.
Kementerian Keuangan berharap tambahan investasi ini mampu memperkuat hubungan Indonesia dengan lembaga-lembaga keuangan internasional sekaligus meningkatkan manfaat yang dapat diperoleh dari berbagai program pembangunan di masa mendatang. Dengan demikian, kontribusi tersebut tidak hanya berdampak pada kerja sama global, tetapi juga mendukung agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan.
