Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada awal perdagangan Kamis (13/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp17.879 per dolar AS, melemah tipis dua poin atau 0,01 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.877 per dolar AS.

Pergerakan tersebut berlangsung ketika dolar AS kembali menguat setelah sebelumnya tertekan oleh rilis data inflasi Amerika Serikat. Kondisi pasar global dan arah kebijakan moneter AS menjadi sejumlah faktor yang masih diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan posisi rupiah.

Data Yahoo Finance pada waktu yang sama menunjukkan rupiah berada di level Rp17.871 per dolar AS. Angka tersebut juga mencerminkan pelemahan dibandingkan pembukaan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di Rp17.819 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini. Ia memproyeksikan mata uang Indonesia tersebut berpotensi kembali mengalami tekanan dengan kisaran Rp17.870 hingga Rp17.940 per dolar AS.

Salah satu sentimen eksternal yang diperhatikan pasar adalah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Perkembangan konflik tersebut berpotensi memengaruhi sentimen risiko global dan pergerakan aset keuangan, termasuk nilai tukar.

Di sisi lain, data inflasi AS turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan yang lebih longgar. Sebaliknya, tekanan inflasi yang meningkat dapat kembali memunculkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Dari domestik, kondisi konsumsi masyarakat juga menjadi faktor yang memengaruhi rupiah. Penjualan ritel Indonesia pada Juni 2026 tercatat mengalami kontraksi 3 persen secara tahunan, meskipun membaik dibandingkan penurunan 3,9 persen pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah pusat mencapai Rp10.293,69 triliun hingga 30 Juni 2026. Posisi tersebut setara dengan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 41,26 persen.

Website |  + posts

Editor berita yang aktif meliput perkembangan bisnis, teknologi, dan kebijakan internasional.

PABSI Targetkan Empat Medali Angkat Besi Asian Games 2026 - BeritaEropa.com Previous post PABSI Targetkan Empat Medali Angkat Besi Asian Games 2026
MT4 vs. MT5 Next post MT4 vs. MT5 di 2026 Platform Mana yang Sesuai dengan Gaya Trading Anda