PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN), menyalurkan pembiayaan rumah bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 67.518 unit rumah hingga akhir Juni 2026. Jumlah tersebut menjadikan BTN Group sebagai penyalur mayoritas pembiayaan FLPP nasional dengan kontribusi hampir tiga perempat dari total realisasi program di seluruh Indonesia.
Data tersebut menunjukkan peran dominan BTN dalam mendukung kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui skema pembiayaan konvensional maupun syariah. Berdasarkan realisasi penyaluran, BTN membiayai 44.388 unit rumah, sementara BSN menyalurkan pembiayaan kepada 23.130 penerima manfaat.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan capaian tersebut mencerminkan kapasitas perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bersubsidi. Menurutnya, jaringan layanan yang luas serta pengalaman panjang BTN di sektor pembiayaan perumahan menjadi faktor penting dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Berdasarkan data BP Tapera, jumlah penerima manfaat FLPP secara nasional mencapai 91.531 MBR hingga 30 Juni 2026. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 107.410 MBR per 21 Juli 2026, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap program pembiayaan rumah bersubsidi.
Kualitas Rumah Jadi Perhatian
BTN menilai peningkatan penyaluran pembiayaan harus berjalan seiring dengan kualitas hunian yang disediakan. Nixon menegaskan bahwa rumah subsidi tidak hanya harus tersedia dalam jumlah yang memadai, tetapi juga memenuhi standar kelayakan serta benar-benar menjadi rumah pertama bagi penerima manfaat.
Selain memastikan kualitas bangunan, perusahaan juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran program agar bantuan pembiayaan diterima oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan. Tingkat keterhunian rumah juga menjadi salah satu indikator keberhasilan program perumahan bersubsidi.
BTN dan BSN Raih Penghargaan BP Tapera
Kinerja BTN dan BSN turut mendapat apresiasi dalam Evaluasi Kinerja Bank Penyalur Pembiayaan Tapera Periode I dan FLPP Kuartal II 2026 yang diterbitkan BP Tapera.
BTN menempati peringkat pertama sebagai bank dengan penyaluran FLPP terbanyak, sedangkan BSN berada di posisi kedua. Pada kategori penyaluran pembiayaan Tapera selama periode 2021–2025, BTN kembali meraih posisi teratas dengan pembiayaan kepada 12.637 peserta, sementara BSN mencatat 2.811 peserta dan berada di peringkat kedua.
Menurut Nixon, penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi BTN dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan selama beberapa tahun terakhir. Ia menyebut pengakuan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan efektivitas penyaluran pembiayaan.
Perkuat Pengawasan dan Pasokan Hunian
Selain unggul dalam penyaluran kredit, BSN juga memperoleh penghargaan sebagai bank dengan jumlah pelaporan akuHUNI terbanyak serta tingkat validasi e-Monev di atas 90 persen. Berdasarkan data BP Tapera, BSN mencatat 3.381 laporan akuHUNI dengan tingkat validasi mencapai 92,58 persen.
BTN menilai proses pelaporan dan pemantauan menjadi bagian penting untuk memastikan rumah subsidi benar-benar diterima dan dihuni oleh masyarakat yang berhak. Pengawasan setelah akad pembiayaan dinilai sama pentingnya dengan proses penyaluran kredit itu sendiri.
Ke depan, BTN juga berkomitmen memperkuat ekosistem perumahan nasional dengan memperluas pembiayaan tidak hanya kepada pembeli rumah, tetapi juga kepada pengembang dan pelaku usaha di sektor perumahan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara tingginya permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dan ketersediaan pasokan hunian yang memadai di berbagai daerah.
