Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di sejumlah jaringan SPBU utama di Indonesia mengalami penurunan pada pekan pertama Agustus. Sementara itu, harga solar non-subsidi di beberapa SPBU swasta justru mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan pembaruan harga terbaru, Pertamina, Shell, dan bp sama-sama melakukan penyesuaian harga BBM. Penurunan harga bensin memberikan angin segar bagi masyarakat di tengah perubahan kondisi pasar energi global yang memengaruhi penetapan harga BBM non-subsidi di dalam negeri.

Di SPBU Pertamina wilayah Jakarta, harga Pertamax kini menjadi Rp15.950 per liter, turun dari Rp16.250 per liter pada Juli. Pertamax Turbo juga mengalami penurunan menjadi Rp18.300 per liter dari sebelumnya Rp19.300 per liter, sedangkan Pertamax Green turun menjadi Rp16.600 per liter dari Rp17.000 per liter.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi masih tetap dipertahankan. Pertalite dijual Rp10.000 per liter, sedangkan solar subsidi tetap berada di level Rp6.800 per liter.

Untuk produk solar non-subsidi Pertamina, harga Dexlite ditetapkan sebesar Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex dijual Rp21.150 per liter.

Selain Pertamina, perusahaan BBM swasta juga melakukan penyesuaian harga pada Agustus. Shell, yang sempat mengalami gangguan pasokan pada awal 2026, kini kembali menjual Shell V-Power Diesel dengan harga Rp21.910 per liter, naik dari Rp21.340 per liter pada bulan sebelumnya.

BP juga menurunkan harga produk bensinnya sekaligus menaikkan harga solar. BP Ultimate kini dipasarkan seharga Rp16.760 per liter, turun dari Rp17.240 per liter, sedangkan BP 92 turun menjadi Rp16.130 per liter dari sebelumnya Rp16.670 per liter.

Di sisi lain, harga BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp21.910 per liter, sama dengan harga Shell V-Power Diesel, setelah sebelumnya berada di level Rp21.340 per liter.

Penyesuaian harga terbaru ini menunjukkan bahwa konsumen mendapatkan penurunan harga untuk produk bensin di sejumlah SPBU utama. Namun, pengguna kendaraan berbahan bakar solar non-subsidi di SPBU swasta masih harus menghadapi kenaikan harga.

Pemerintah dan perusahaan penyedia BBM non-subsidi secara berkala melakukan evaluasi harga berdasarkan perkembangan harga minyak mentah dunia, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta biaya operasional. Faktor-faktor tersebut menjadi dasar penyesuaian harga BBM yang dilakukan setiap bulan.

Website |  + posts

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.

LeoDaniel Juarai Ganda Putra Taipei Open 2026 - BeritaEropa.com Previous post Leo/Daniel Juarai Ganda Putra Taipei Open 2026
Kementan Siapkan Juknis Penyerapan Telur SPPG Seharga Rp26.500 per Kg - BeritaEropa.com Next post Kementan Siapkan Juknis Penyerapan Telur SPPG Seharga Rp26.500 per Kg